RADIUS

Sat Oct 23 2021 06:55:12 GMT+0000 (UTC)

#Ekonomi dan Bisnis

Merdeka Berdaulat untuk Bangsa Sendiri

Erick Thohir : Kita majukan negara kita melalui Gerakan Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa di era Industri 4.0, ada bisnis yang hilang, juga ada bisnis baru yang tumbuh. (sct)

Jakarta-Radius – Pemerintah daerah harus cepat bergerak membangun daerah melalui roadmap yang tepat. Pasca Covid-19, situasi dan kondisi ekonomi banyak berubah. Jika kepala daerah tidak membuat roadmap yang tepat, maka hanya berkutat pada kebijakan ekonomi yang tidak akan tumbuh.

Hal ini diungkapkan oleh Erick Thohir, B.A., MBA, saat menutup Apkasi Otonomi Expo 2021, di Hall A Jakarta Convention Center, Jumat (22/10/2021). “Kita harus paham industri apa yang bakal tumbuh ke depan. Karena itu, harus disusun roadmap yang tepat,” kata Erick Thohir.

Ia menambahkan, pandemi covid-19 justru kita jadikan bahan introspeksi diri. Pemerintah tidak boleh hanya bertahan dengan kondisi ini. Melalui roadmap yang bagus, UMKM dan ekonomi rakyat harus dibangkitkan.

Bayangkan, lanjutnya, 90 persen BUMN terdampak pandemi ini. Kementerian BUMN harus melakukan perubahan yang mendasar. “Kita lakukan transformasi, efisiensi, dan perubahan bisnis model. Sebab saat ini telah terjadi distrupsi digital, di mana pekerjaan hari ini, berubah di masa depan,” ungkapnya.

Di era digital, dipastikan banyak pekerjaan yang akan hilang. Tetapi juga ada pekerjaan-pekerjaan baru yang akan tumbuh. Karena itu, BUMN segera melakukan transformasi yang cepat dan signifikan. Bagaimana tidak, saat ini dari 108 BUMN, hanya ada 11 perusahaan yang membagikan deviden.

Populasi penduduk yang tinggi menjadikan Indonesia sebagai pasar potensial. (sct)

“Kita telah lakukan downsizing, atau pengurangan biaya. Dari 108 BUMN menjadi 41 perusahaan. Yang sebelumnya terdapat 27 cluster, kita mampatkan menjadi 12 cluster,” tambah Erck Thohir.

Meskipun demikian, masing-masing cluster tidak sekedar hanya penggabungan biasa. Semuanya berdasarkan pada supply chain, atau jaringan antara perusahaan dan pemasoknya untuk memproduksi dan mendistribusikan produk tertentu kepada pembeli akhir. Dengan demikian, paling tidak Indonesia bisa menekan ketergantungan pada negara lain.

Ia mencontohkan supply chain pada BUMN bidang kesehatan. Sebelumnya, beberapa BUMN seperti Indo Farma, Kimia Farma, dan Bio Farma berjalan sendiri-sendiri. Tetapi saat ini ketiganya berada dalam satu payung, di mana masing-masing memiliki fokus yang harus dikembangkan.

Setelah dilakukan supply chain, saat ini Bio Farma fokus pada produksi vaksin. Kimia Farma fokus pada obat-obatan kimia dan distribusinya. Sedangkan Indo Farma fokus pada industri herbal dan alat-alat kesehatan. “Saat covid kemarin, kita baru sadar bahwa alat-alat kesehatan dan bahan-bahan obat, 90 persen berasal dari impor,” jelas suami dari Elizabeth Tjandra itu.

Saat ini, tambah Erick, BUMN yang memasok sepertiga dari ekonomi nasional, memiliki tiga kebijakan ke depan. Ketiganya adalah keseimbangan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi.

Suasana saat penutupan Apkasi Otonomi Expo 2021. (sct)

“Berbagai lembaga survey dunia telah meramalkan Indonesia bakal menjadi raksasa ekonomi dunia. Karena itu, tidak heran bahwa Indonesia tidak hanya sebagai tuan rumah KTT G-20, tetapi juga ditetapkan sebagai Presidensi G-20 Tahun 2022 pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 ke-15 Riyadh, Arab Saudi,” tambahnya, yang langsung disambut tepuk tangan para peserta Apkasi Otonomi Expo 2021.

Di bagian akhir sambutan penutupan tersebut, Erick Thohir menjelaskan bahwa saat ini BUMN melakukan tiga gerakan besar yang akan terus dikawal, yakni Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh.

Gerakan Indonesia Sehat, dilakukan karena ancaman kesehatan terus ada di sekitar kita. Tidak ada satupun pihak yang menggaransi apakah covid akan hilang. Sehingga gerakan Indonesia Sehat harus terus digaungkan dengan melakukan berbagai langkah, seperti mendirikan Rumah Sakit Internasional di Bali, dan mendorong BUMN memproduksi bahan-bahan baku obat di tanah air.

Gerakan Indonesia Bekerja, adalah fokus pada pembukaan lapangan kerja. Sebab Industri 4.0 mengharuskan BUMN terus mekakukan efisiensi dengan mengurangi tenaga manusia dan perkantoran, dan diganti dengan digital. Karena itu, harus diciptakan lapangan kerja baru dan pengusaha-pengusaha baru di daerah, dengan usaha dan bidang pekerjaan yang berpotensi tumbuh di era digital.

Gerakan Indonesia Tumbuh, adalah menumbuhkan industri digital dan start up dalam negeri. Sebab saat ini masyarakat banyak beralih pada e-commerce, tetapi sayangnya banyak barang yang ditawarkan adalah produksi luar negeri. Inilah yang harus diubah menjadi e-commerce yang menjual produk UMKM dalam negeri.

“Saya berharap di daerah juga ada ketiga gerakan tersebut. Tujuan akhirnya adalah Merdeka Berdaulat untuk bangsa sendiri. Bukan untuk bangsa asing,” tutup Erick Thohir.

Reporter/editor : chusnun hadi