RADIUS

Wed Oct 20 2021 02:38:55 GMT+0000 (UTC)

#Inspirasi

Heavenly Garden yang Penuh Filosofi

Cafe ini selain memiliki tema yang menarik, juga terdapat berbagai filosofi hampir di setiap sudutnya

Tim SMP Negeri 6 Kota Malang

Karya Kelompok Siswa SMPN 6 Kota Malang

Malang-Radius - Apakah kamu tahu di Kota Malang ada satu tempat yang bernama Heavenly Garden Caffee. Tempat yang indah dengan taman yang cantik ini, tepatnya berada di Jalan Maninjau Raya, Kota Malang.

Sang pemilik, Arie Arifin, menyebut taman ini sangat asyik untuk kongkow. Berbeda dengan cafe yang lainnya, cafe ini selain memiliki tema yang menarik, juga terdapat berbagai filosofi hampir di setiap sudutnya. “Jadi Heavenly Garden tidak sekedar sebuah taman, tetapi dibangun dengan penuh filosofi,” kata Arie Arifin saat diwawancarai tim SMPN 6 Kota Malang, Senin (18/10/2021).

Ia menambahkan, sejak berdiri pada minggu pertama Maret 2020, kafe taman ini dibuka terbatas, karena adanya aturan PSBB. Tetapi saat kasus corona sudah semakin menghilang, café ini mulai ramai dikunjungi khalayak ramai. Bahkan banyak pejabat dari berbagai daerah datang ke café ini.

Heavenly Garden yang sangat indah

Arie Arifin sebagai pemilik, membuat konsep yang lain dari yang lain. Sebab pengalamannya sudah sangat banyak. Ia lahir di Kota Malang hingga menginjak remaja, kemudian tinggal di Amerika, Malaysia, dan akhirnya kembali lagi ke Malang.

“Jalan hidup lah yang banyak menginspirasi, hingga akhirnya saya membangun Heavenly Garden. Taman ini saya buat karena ingin mewujudkan mimpi besar saya,” kata Arie Aripin, yang mengaku sudah yatim piatu sejak usia muda.

Menurutnya, filosofi cafe sangat mengena di hati. Saat masuk pertama kali di taman ini, kita akan melihat pagar yang layaknya jaring laba-laba. Hal ini terinspirasi dari kisah Nabi Muhammad SAW saat berada di Gua Tsur. Saat masuk ke ruang dalam, kita akan bisa melihat kolam renang yang di filosofikan sebagai sungai surga. Di atas kolam menggunakan kaca sebagai atapnya. Itu pun juga memiliki filosofi bahwa kita bisa langsung melihat ke arah langit.

“Di taman ini adalah anti hoax, artinya kita tidak boleh membicarakan sesuatu jika kita tidak melihatnya atau mendengarnya secara langsung. Semua ini berawal dari mimpi yang besar, keyakinan, kecerdasan spiritualitas, serta kecerdasan emosional, juga kecerdasan finansial,” tandasnya. (*)